Sering Nyeri di Bagian Luar Siku? Waspada Tennis Elbow!

Pernahkah kalian merasakan nyeri di bagian luar siku saat menggenggam benda, mengangkat galon air, membawa tas belanja, atau bahkan ketika sekadar memutar gagang pintu? Awalnya nyeri terasa seperti kelelahan biasa, tetapi semakin sering tangan digunakan, rasa nyeri semakin mengganggu. Jangan langsung menganggap remeh keluhan ini, ya! Bisa jadi itu adalah tanda adanya gangguan pada siku yang dikenal sebagai tennis elbow.

Apa itu tennis elbow?

Lateral epicondylitis atau yang umumnya dikenal sebagai tennis elbow  merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan ditandai dengan nyeri pada bagian lateral (luar) siku. Gangguan ini biasanya disebabkan oleh penggunaan berulang otot ekstensor lengan bawah, khususnya tendon extensor carpi radialis brevis (ECRB). Meskipun disebut tennis elbow, mayoritas penderitanya bukan atlet tenis, melainkan individu yang sering melakukan pekerjaan atau aktivitas berulang yang melibatkan menggenggam dan meluruskan pergelangan tangan (Alanazi et al., 2025).

Penyebab dan faktor risiko terjadinya tennis elbow

Tennis elbow terjadi ketika otot extensor carpi radialis brevis (ECRB) di lengan bawah digunakan secara berlebihan atau berulang – ulang. Penggunaan yang berlebihan menyebabkan otot ECRB melemah dan peningkatan tekanan tendon otot. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan peradangan dan perubahan pada tendon yang menimbulkan nyeri yang dikenal sebagai tennis elbow (Orthopedic and Traumatology Study Program Faculty of Medicine Udayana University, 2023). 

Di samping penyebab utama tersebut, terdapat juga sejumlah faktor risiko yang turut berperan dalam meningkatkan kerentanan seseorang terhadap kondisi ini. Faktor risiko tersebut antara lain: 

  •  Usia

Tennis elbow dapat dialami oleh berbagai kelompok usia. Namun, pada individu berusia 30 – 50 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami tennis elbow (Murzen, 2026). 

  • Pekerjaan tertentu. 

Individu yang bekerja sebagai pelukis, pemahat, tukang daging, tukang kayu, pekerja otomotif lebih rentan mengalami tennis elbow karena melibatkan gerakan berulang pada pergelangan tangan dalam jangka waktu yang panjang.

Selain usia dan jenis pekerjaan, beberapa kebiasaan seperti merokok, kelebihan berat badan, serta aktivitas berulang dan mengangkat beban berat juga dapat meningkatkan risiko tennis elbow (Buchanan et al., 2023).

Gejala yang Sering Diabaikan
Gejala tennis elbow umumnya muncul secara perlahan dan bersifat progresif. Gejala utama yang muncul berupa nyeri yang terasa tajam atau panas di bagian luar siku. Pada malam hari, nyeri yang dirasakan biasanya menyebar dari siku ke lengan bawah dan pergelangan tangan (Cleveland Clinic, 2025). Selain itu beberapa gejala yang sering juga muncul antara lain: 

  • Muncul rasa nyeri saat menggenggam dan mengangkat benda
  • Lengan terasa lemah 
  • Genggaman terasa lemah sehingga benda mudah terlepas dari tangan

Pencegahan tennis elbow 

Upaya pencegahan penting dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya tennis elbow. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menghindari penggunaan otot lengan secara berlebihan (overuse) terutama pada aktivitas yang melibatkan gerakan berulang.
  • Melakukan pemanasan sebelum beraktivitas, khususnya sebelum olahraga atau pekerjaan yang banyak menggunakan tangan.
  • Melakukan peregangan pada otot lengan bawah dan pergelangan tangan secara rutin untuk menjaga fleksibilitas otot dan tendon.
  • Melakukan latihan penguatan otot lengan bawah secara bertahap guna meningkatkan daya tahan otot terhadap beban aktivitas.
  • Menggunakan teknik gerakan yang benar saat bekerja maupun berolahraga untuk mengurangi tekanan pada tendon di sekitar siku.
  • Memberikan waktu istirahat yang cukup pada otot setelah melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan berulang pada lengan.

Dengan melakukan langkah-langkah pencegahan tersebut, risiko terjadinya tennis elbow dapat diminimalkan. Namun apabila nyeri sudah muncul dan mengganggu aktivitas, maka diperlukan penanganan lanjutan untuk membantu pemulihan fungsi siku secara optimal.

Penanganan tennis elbow 

Tennis elbow jarang menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, tetapi cukup mengganggu aktivitas sehari hari jika tidak tertangani dengan baik. Oleh karena itu, penanganan segera diperlukan agar nyeri tidak semakin parah. Berikut beberapa penanganan yang dapat dilakukan antara lain: 

  • Istirahat

Penderita tennis elbow disarankan untuk mengurangi atau menghentikan aktivitas yang memicu nyeri seperti gerakan berulang pada pergelangan tangan dan siku. Penyesuaian aktivitas ini membantu mencegah cedera bertambah parah dan mempercepat proses pemulihan.

  • Mengenakan penyangga siku (brace)

Pemakaian brace atau penyangga pada lengan bawah dapat membantu menurunkan beban yang diterima oleh tendon yang mengalami peradangan. Alat ini berfungsi memberikan dukungan dan menjaga kestabilan area yang terdampak, sehingga rasa nyeri saat melakukan aktivitas dapat lebih terkontrol.

Peran fisioterapis dalam menangani tennis elbow 

Selain penanganan yang dapat dilakukan secara mandiri seperti istirahat dan menggunakan brace, peran fisioterapis sangat penting dalam menunjang pemulihan cedera tennis elbow yang lebih efektif dan terarah. Fisioterapis tidak hanya berfokus pada pengurangan nyeri, tetapi juga pada pemulihan fungsi gerak dan peningkatan kekuatan otot secara bertahap. Beberapa peran fisioterapis dalam menangani tennis elbow antara lain: 

  • Edukasi ergonomi dan penyesuaian aktivitas 

Fisioterapis memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai posisi ergonomi yang benar saat bekerja atau beraktivitas, terutama aktivitas yang berulang. Selain itu, masyarakat diarahkan untuk mengatur kembali intensitas dan durasi aktivitasnya, serta memastikan adanya jeda istirahat yang cukup sehingga beban pada sendi siku tidak berlebihan dan potensi cedera dapat ditekan.

  • Menentukan jenis intervensi yang tepat

Fisioterapis memilih intervensi yang sesuai seperti terapi ultrasound, terapi gelombang kejut ekstrakorporeal (ESWT), terapi manual, maupun TENS sesuai indikasi klinis. 

  • Menyusun program latihan Eksentrik dan Konsentrik 

Fisioterapis akan menyusun program latihan eksentrik dan konsentrik, dimana latihan eksentrik terbukti membentuk jaringan kolagen baru yang lebih kuat dan tahan terhadap beban. Sementara latihan konsentrik membantu menurunkan ketegangan otot selama sesi terapi. Kombinasi keduanya meningkatkan kekuatan otot, mempercepat penyembuhan, serta meminimalkan kerusakan jaringan otot (Novia Widanti, 2025)

  • Melakukan monitoring dan evaluasi berkala

Fisioterapis mengevaluasi respons pasien terhadap terapi dan menyesuaikan program bila diperlukan.

Tennis elbow merupakan kondisi yang dapat pulih dengan baik, dimana sebagian besar kasus mengalami pemulihan tanpa memerlukan tindakan operasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi latihan merupakan kunci utama pemulihan tennis elbow (Karanasios et al.,2020)
Oleh karena itu, tennis elbow bukanlah sekadar nyeri biasa yang dapat diabaikan, melainkan kondisi akibat penggunaan berulang yang perlu ditangani dengan tepat. Dengan mengenali gejala sejak dini dan mengurangi aktivitas berulang, risiko yang lebih buruk dapat dicegah. Istirahat yang cukup serta menjaga kekuatan dan fleksibilitas otot menjadi langkah penting dalam pemulihan. Apabila keluhan mulai mengganggu aktivitas, fisioterapi dapat menjadi solusi untuk mengurangi nyeri, memperbaiki fungsi gerak,dan meningkatkan kekuatan otot secara bertahap. Dengan penanganan yang tepat dan konsisten, penderita tennis elbow dapat beraktivitas secara optimal tanpa dibatasi oleh rasa nyeri.

DAFTAR PUSTAKA 

Alanazi, S. M. J., Sarrafan, S. and Alanazi, A.A. (2025) ‘Advances in the Diagnosis, management, and rehabilitation of lateral epicondylitis: A Comprehensive review of recent evidence,’ Journal of Pioneering Medical Science. https://doi.org/10.47310/jpms2025140707 

Buchanan, B.K. and Varacallo, M.A. (2023) Lateral epicondylitis (Tennis elbow). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431092/ .

Karanasios, S. et al. (2020) ‘Exercise interventions in lateral elbow tendinopathy have better outcomes than passive interventions, but the effects are small: a systematic review and meta-analysis of 2123 subjects in 30 trials,’ British Journal of Sports Medicine.  https://doi.org/10.1136/bjsports-2020-102525 

Ma, K. L. and Wang, H. Q. (2020) ‘Management of Lateral Epicondylitis: A Narrative Literature review,’ Pain Research and Management, 2020. https://doi.org/10.1155/2020/6965381 

Murzen, R. F. (2026) Tennis Elbow. https://www.alodokter.com/tennis-elbow 

Penanganan fisioterapi cedera tennis elbow (Nyeri siku) (2026). https://www.nkhealth.fit/penanganan-fisioterapi-cedera-tennis-elbow-nyeri-siku

Tennis elbow (Lateral epicondylitis), Cleveland Clinic (2025). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7049-tennis-elbow-lateral-epicondylitis 

Tennis elbow (Lateral epicondylitis) – OrthoInfo – AAOS (no date). https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/tennis-elbow-lateral-epicondylitis/ 

Tennis elbow – Symptoms and causes, Mayo Clinic (2025). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tennis-elbow/symptoms-causes/syc-20351987 

Tennis Elbow (Lateral Epicondylitis) (2023). Udayana University, ORTHOPEDIC AND TRAUMATOLOGY STUDY PROGRAM FACULTY OF MEDICINE, UDAYANA UNIVERSITY. https://orthopedi.unud.ac.id/posts/tennis-elbow-lateral-epicondylitis 

Widanti, H. N. (2025) Fisioterapi modern efektif redakan tennis Elbow menurut riset Dosen FikesUmsida-Fisioterapi.https://fisioterapi.umsida.ac.id/tennis-elbow-fisioterapi-modern-efektif/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *